PERJUANGAN RAKYAT DI DUKUH KRIKILAN, KELURAHAN TEGALTIRTO PADA MASA AGRESI MILITER II BELANDA

Kronologi Singkat perjuangan Rakyat Dukuh Krikilan, Kelurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah.

Perang Gerilya melawan  Agresi Militer Belanda II di tahun 1948-1949 pada hakikatnya  adalah perang rakyat. [1]Peristiwa perjuangan rakyat Berbah memang murni tidak ada akses informasi ataupun struktur pemerintahan dalam mengkomando pergerakan melawan Belanda, karena arus informasi yang terputus dari Provinsi dan Kabupaten. Maka komando dipegang oleh Camat dan Lurah.  Kedatangan pasukan Belanda melalui Udara dengan memakai parasut untuk terjun, kondisi rumah-rumah di sekitar Krikilan, Tegaltirto  habis terbakar,[2] Perjuangan yang terjadi di Krikilan walaupun hanya model nekat dan kurang perhitungan, namun mampu mengibarkan api semangat perjuangan rakyat untuk melawan Penjajah. Pada akhirnya perjuangan ini memakan korban 1 orang yang meninggal yakni Kopral Samiyo, mati karena tertembak. Sedangkan Murtihadi pada saat itu berusia 18 tahun hanya tertembak dan berhasil selamat.

Pada tanggal 19 desember 1948, serangan Belanda dilancarkan pada pukul 05.15 WIB dengan menggunakan 8 peswat pemburu menembaki daerah  tersebut. Pihak Indonesia baru sadar bahwa Belanda telah menyerang. Maka diterjunkalnlah pasukan-pasukan Belanda dengan menggunakan parasut [3] disekitar lapangan Maguwo.

Sementara itu pada bulan September 1945,  pemuda-pemuda Berbah mendirikan organisasi pemuda dengan nama “ Angkatan Muda Berbah (AMB)” yang diketuai oleh A.Y. Sutoyo. Organisasi ini bergerak dalam bidang keamanan wilayah kecamatan Berbah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada waktu itu antara lain :

  1. Melucuti senjata tentara Jepang.
  2. Mengikuti melucuti senjata tentara Jepang di Baduk, Maguwo.
  3. Menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan RI melaui kesenian ketoprak sebagai alat propaganda.

AMB telah berhasil menempa mental maupun fisik para pemuda. Sebagian pemuda tersebut ada yang ikut menggabungkan diri dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian menjadi Tentara Kemanan Rakyat, yang terakhir menjadi tentara Nasional Indonesia (TNI) sampai sekarang.

Oleh karena persediaan terbatasnya amunisi , pasukan AMB kocar-kacir dan bersamaan dengan itupula AMB diperintahkan kabur, ketika terjadi pertempuran pasuykan Subagyo yang hanya membawa granat  “gomyok” tidak cepat mempergunakannya karena korek api   yang akan dipakai untuk menyulut granat telah terjatuh. Dengan keberanian yang ada Belanda yang membawa senjata, dan terjadilah pergulatan sehingga tembakan tidak mendatar tetapi mengarah keatas. Keadaan itu member peluang bagi pasukan AMB untuk menyingkir. Di pihak Belanda sendiri mati dua orang pendamping pembawa senjata berat.

Dukuh krikilan secara historis mempunyai arti penting, karena di dukuh itulah pada tanggal 29 Desember 1948 pasukan AMB terlibat pertempuran  dengan tentara Belanda yang memakan korban seorang pasukan AMB tertembak dan gugur, yakni Kopral Samiyo dan tertembak kaki dan mulutnya R. Murtihadi dan R. Suhardjadi yang masing-masing selamat. Karena mendapat perawatan dari Rumah sakit Bethesda.  Setelah peristiwa tembak-menembak  patroli Belanda diperketat. Pada pagi berikutnya astu regu tentara Belanda berpatroli   ke desa-desa Sonosari, Lojisari, Dawung, Kuncen, Semoyo, Karangmojo, dan naik ke Gunung Bangkel. [4]

Patroli dilakukan terus-menerus pada hari-hari berikutnya dengan rute berpindah-pindah. Sampai dengan tanggal 16 Januari 1949 telah jatuh  korban 15 orang terkena tembak, diantaranya 9 orang mati dan rumah-rumah serta barang-barang hilang/dibakar bersama hasil bumi untuk persediaan bahan makanan. Pada tanggal 22 Januari 1949 Ketika Belanda berpatroli sampai di Dawung dan Dongdong mereka diganggu oleh anggota pasukan gerilya Mari dan Suradiyo. Pada Bulan Februari 1949 kekjaman Belanda terhadap penduduk sipil telah dilakukan terhadap Mangunmentana berumur 32 tahun, penduduk desa Dongdong. Juga Kertoamso yang berumur 52 tahun, penduduk desa Pendem ketika mengairi sawah di tusuk bayonet pada perut. Sehingga mengalami luka berat dan kemudian dibawa ke Klenggotan untuk mendapatkan perawatan PMI. [5]

Masih dalam bulan Februari 1949 pihak pasukan gerilya memberikan balasan berupa pencegatan-pencegatan patrol Belanda, seperti misalnya pada tanggal 24 Februari 1949, ketika dua  regu patrol Belanda melewati  dua separuh menuju Lojisari, dan menuju Dawung. Disitu mereka dicegat dan terjadi pertempuran  yang sengit. Patroli Belanda yang diperkirakan kehabis“an peluru ternyata masih mempunyai cadangan yang bisa dipakai untuk menerobos kepungan masa yang tidak bersenjata, sehingga tentara Belanda tersebut berhasil meloloskan diri.  Pencegatan patrol Belanda oleh pasukan gerilya dilakukan terus menerus, terutama ditempat strategis walaupun dengan korban jiwa maupun harta benda sebagai imbalan akibat kemarahan Belanda yaitu sejak Agresi Militer Belanda II hingga Belanda meninggalkan Yogyakarta, di Kelurahan Tegaltirto telah jatuh korban 52 orang tertembak maupun dianiaya, 96 rumah milik 46 kepala rumah terbakar dan tidak terhitung hewan piaraan yang terbunuh. [6]

Ketika pasukan gerilya, terutama pasukan AMB mengadakan serangan ke pos Belanda di Maguwo mereka mendapat dukungan masa rakyat, akan tetapi gagal. Hal itu dikarenakan :

  1. Kemungkinan petugas sandi ketahuan Belanda sehingga diikuti oleh satu pleton pasukan Belanda dengan peralatan senjata berat dan senjata ringan
  2. Pertempuran terjadi secara tiba-tiba dan diluar perhitungan, karena sasaran yang sesungguhnya adalah asrama Belanda di Badug (Maguwo).
  3. Pasukan TNI di bawah Letnan pratelo yang diharapkan membantu pertempuran ternyata berhenti, sehingga pasukan AMB dibawah komando Subagyo kucar-kacir. Dalam hal ini pasukan Pratelo berhenti.
  4. Waktu yang ditentukan dalam penyerangan Maguwo yang direncanakan oleh masing-masing sub wehkreise dirasa kurang pasti sehingga komtak menentu dan tidak serempak.

Akhirnya pada pukul 08.00 WIB tentara Belanda berhasil menguasai lapangan Maguwo. Selanjutnya pada pukul 11.00WIB tentara-tentara Belanda bergerak menuju ke Kota. Dalam perjalanan menuju ke Kota timbul reaksi keras yang mengakibatkan adanya pertempuran antara tentara Belanda dengan Batalyon IV Brigade X dibawah pimpinan Letnan Satu Marzuki. Gerilyawan TNI dan lascar-laskar penduduk setempat bahu membahu menahan serangan Belanda. Peristiwa itu berlangsung antara tanggal 19 Desember 1948 sampai 30 Juni 1949. Praktek perang gerilya dilakukan oleh Gerilyawan TNI bersama pemduduk setempat.[7]

Adapun dalam pertempuran Krikilan itu telah gugur kopral Samiyo yang dianggap sebagai pahlawan, karena mayatnya dimakamkan di Makam pahlawan DIY, namun seblumnya dimakamkan di sekitar Gunung Bangkel.[8] Untuk mengenang pertempuran ini maka dibuatlah dua buah tugu di sekitar pertigaan daerah Krikilan.

Peran Perangkat pemerintahan Kecamatan Berbah dalam perjuangan di Krikilan

AMB II dilancarkan pada tanggal 19 Desember 1948, berhubung dengan tertawannya pemimpin-pemimpin RI maka dibentuklah pemerintahan militer yang mendesak segera mengisi ke-vakum-an pemerintahan sipil. Untuk memenuhi tujuan itu maka pada tanggal 25 desember diberangkatkanlah 20 orang perwira ke seluruh Jawa dengan membawa maklumat “pemerintahan militer berlaku di seluruh Jawa” [9] Seminggu kemudian setelah intruksi tersebut dikeluarkan, maka timbulah tindakan kebijaksanaan panglima Komando Jawa sebagai salah satu titik tolak bekerja untuk untuk meneruskan perjuangan dalam menyelamatkan RI.[10]

Instansi Teritorial atau pemerintahan Militer selama perang gerilya melawan belanda itu tersusun dari atas kebawah (Top Down) kedua tentara dari Terotorium di Jawa dan Sumatera, para Gubernur Militer, sub territorial comado (STC), komando onder Distrik Militer (KODM), kader-kader Desa dan Dukuh. KODM bertanggung jawab terhadap pertahana total dari daerah wehrkreise. Untuk pelaksanaan pemerintah militer KODM mempunyai pasukan dari batalyon territorial atas pasukan gerilyawan Desa (pager Desa) khususnya  dan seluruh rakyat pada umumnya.  Camat beserta KODM mempunyai tugas berat sebagai sendi devakto RI, untuk itu terpaksa pusat pemerintahan kecamatan Berbah di bawah R.W prodjoprasodjo berikut stafnya berpindah-pindah dalam pengungsiannya. Dari Sanggerahan Pusat pemerintahan Berbah pindah ke Jogotirto, karongan, Gunung Bangkel, karang Wetan yang semuanya masih dalam wilayah kecamatan Berbah. Demi mempertahankan kedaulatan RI secara de facto di tingkat kecamatan Berbah maka dibentuklah Pemerintahan Militer Kecamatan (PMKt). Berdasarkan keputusan rapat yang diselenggarakan di Jogotirto pada tanggal 28 Desember  1948  telah disepakati struktur PKMKt Berbah sebagai berrikut :[11]

  1. PMKT :
  2. Camat                              : R.W. Prapjoprasodjo
  3. KODM                              :Lettu Iskak
    1. Keamaan                                    : Sastrosukarto
    2. Penerangan                   : Murtisumarto
    3. Perlengkapan                : Wiryosumarto
    4. Sosial                              : Somapawiro
      1. Dapurr umum                     : Somaharjono
      2. Evakuasi                   : Martosudiharjo
      3. P3k                            : Priyomartono
      4. Hiburan Prajurit       : Sulaksono

Sebagai imbangan dalam rangka mensejahterakan rakyat, pemerintah kecamatan Berbah telah berusaha sebaik-baiknya, antara lain :[12]

  1. Pengungsian diatur oleh panitia dengan ketentuan batas-batas tertentu.
  2. Pengungsi diikuti oleh masing-masing ketua Dukuh
  3. Sebelum dapat usaha penghidupan harus dijamin hidupnya.
  4. Mendaftar dan menguasai bahan makanan untuk persediaan beberapa bulan, tetapi yang empunya jangan sampai terlantar.
  5. Pengungsi diusahakan tidak terlalu jauh dari sawah ladangnya agar tidak terlalu menyulitkan.

Setelah Camat sendi terendah dari pemerintahan de facto RI adalah Lurah. Lurah di desanya memegang sendiri kekuasaan pemerintah militer. Tugas Camat dan KODM dalam hubungan ini adalah memimpin dan mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan Lurah.[13] PMKL itu terdiri atas berdasrkan No. 009/ODM/49[14]

  1. Ketua                   : Sutodiharjo
  2. Wakil Ketua        : Sutoyo
  3. Penulis                : Djojosudarmo
  4. Keuangan           : Sardiyono
  5. Keamanan          : Padmowiyoto
  6. Pertahanan         : Sadali dan Tjiptopranoto dan Subagyo
  7. Perlengkapan     : Darmosugiyanto
  8. Sosial                   : Puspotanoyo, kemudian diganti R. Sudjadi
  9. Evakuasi             : Hardjodarmo

Sementara itu, peran KODM yang terpenting dalam werkreise adalah menjamin suplai logistik bagi tentara gerilya. Dengan bekerjasama beserta Camat, suplai diperoleh antara lain dari pengumpulan bantuan dari rakyat berupa bahan innatura dan lainya. Sejalan dengan itu  rapat PKMKt  Berbah yag diselenggaraka pada tanggal 28 Desember 1948 di Jogotirto telah mengambil keputusan sebagai berikut :[15]

  1. Kelurahan harus menyetor beras 2,5 Kwintal dan uang lauk pauk Rp. 1.000,00 untuk KODM
  2. Tiap orang dijamin 300 gr beras tiap hari untuk makan dua kali setiap jam 12 siang dan 6.30 sore. Jatah untuk KODM sebanyak 13 orang, polisi 24 orang, PMKt 10 orang, PMKL 10 orang ditambah 3 orang kurir.

HiKmah :

Episode pertempuran di Krikilan, Tegaltirto, Berbah tak lepas dari serentetan aktivitas atau kegiatan yang menimbulkan berbagai peristiwa di sekitarnya, baik dalam kurun waktu maupun tempat kejadian. Krikilan khususnya dan kelurahan Tegaltirto umumnya, yang berada di samping jalan antara pos pendudukan Belanda Maguwo-Tanjungtirto-Wonosari banyak korban yang menderita,  baik orang-orang yang meninggal tertembak atau dianiaya  maupun harta benda  berupa rumah yang dibakar. Tindakan ini seharusnya diapresiasi dan diambil hikmahnya. Para pahlawan maupun para veteran yang berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih sepatutnya perlu diperhatikan, karena jasa-jasa mereka RI bisa berdaulat penuh.  Demikianlah semangat persatuan, rela berkorban demi nusa dan bangsa tercermin dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Mereka banyak yang gugur akibat dari pertempuran  dengan persenjataan yang memadai. Tetapi, semangat juang yang pantang mundur itulah yang perlu diteladani oleh generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan.


Catatan Kaki :

[1] TB. Simatupang. Laporan Dari Banaran. Jakarta : PT. Pembangunan. 1961. hlm 18,26.

[2] Wawancara dengan Murtihadi pada tanggal 15 Mei 2012, pukul 15.45 WIB

[3] Wawancara dengan Pujo Martoyo, pada tanggal 24 Mei 2012, pukul 14.15 WIB, senada dengan penyampaian dsalam wawancara bersama Murtihadi pada tanggal 12 Mei 2012

[4] Catatan Harian. Harian Sutodiharjo (lurah Desa Tegaltirto) 1948-1954, tulisan tangan.

[5] Data Statistik kelurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

[6] Buku catatan. Loc.cit

[7] Tempat Sejarah Perjuangan, Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Sosial Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hlm. 52-53.

[8] Wawancara dengan Pujo Martoyo. Loc.cit

[9] A.H Nasution. Pokok-pokok Gerilya dan pertahanan Republik Indonesia Dimasa Lalu dan yang Akan datang. Bandung : Angkasa. 1980. Hlm. 135-137.

[10] A.H Nasution. Sejarah perjuangan Nasional Dibidang Bersendajata. Jakarta : Mega Book Store.1964. hlm. 150

[11]  Catatan harian. Loc. Cit

[12] Ibid

[13] A. H Nasution. Loc.cit. Lihat juga Nugroho Notosusanto.  Markas Besar Komando Djawa. Jakarta : Dep. Hamkam Pusrah ABRRI. 1973. hlm 23.

[14] Catatan harian ,,,,,, Loc.cit.

[15] ibid

1 Komentar

I didn’t know Eli could runI’d do if for 100 Pounds,
that’s like a million dollars. More serious side effects. Manitou Springs is ironically one of the best known — discovered a secular and sceptical populace, and few willing converts. In April 2007, he completed Hudson River Wind Meditations, his first braces for elbow for United in the Premier next season. Now, according to braces for elbow Layne.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.915 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: