Derita Mahasiswa Akhir

 

  1. Rajin ke Perpustakaan. Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, entah itu jurnal atau skripsi dari alumni, mau tidak mau mereka wajib mencari bahan di perpustakaan kampus atau perpustakaan daerah. Jika yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpustakaan, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpustakaan berkali-kali, biar dapet revisi banyak
  2. Rajin Searching. Selain ke perpustakaan, banyak mahasiswa yang diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau tidak mau (pasti mau) mereka searching bisa sampai berjam-jam lamanya. Tapi mungkin kebanyakan ngaskus (pakai kaskus.us), ngetweet (pakai twitter) & fesbuk (pakai facebook) ketimbang cari bahan.
  3. Rajin Beli Kertas & Tinta. Kalau yang ini pasti, mahasiswa pasti membutuhkan yang namanya kertas dan tinta untuk nge-“print” skripsi yang sudah mereka buat … tapi tidak jarang juga, mahasiswa jadi boros sama kertas, alasannya kalau tiap bab di konsultasikan ke dosen, biasanya banyak yang dicoret-coret dan harus ulang lagi. Bahkan bisa makan dan bikin bantal itu tumpukan kertas.
  4. Begadang. 99 % kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalau sudah masuk deadline. Bisa sampai jam 2 malam, jam 3, jam 4 pagi … bahkan sampai tidak tidur.
  5. Makan Tidak Teratur. Kadang terlalu sibuknya mahasiswa, dari kost, kampus, perpustakaan, ketemu dosen dan blaa … blaaa … blaaaaa … menyebabkan mereka makannya tidak teratur … pagi sarapan, siang ngemil saja, malam tidak makan, tapi tengah malam sambil begadang mereka ngemil lagi.
  6. Duit Cekak. Cekak atau malah sama sekali tidak punya uang sudah biasa di kalangan mahasiswa … yaaapp … jalan satu-satunya adalah UTANG. Sudah tidak terhitung berapa banyak mahasiswa di Indonesia yang Utang untuk menutupi krisis di akhir semesternya … mau minta kiriman orang tua, malu karena bulan ini minta 2x … Kalau untuk tingkat akhir, ada juga yang riset atau analisa, dan membutuhkan dana yang lumayan banyak … bisa jadi satu sampel analisa biaya penelitian mencapai lebih dari 300 ribu, bayangkan saja jika banyak sampel yang harus diteliti … tambah bokek saja si mahasiswa
  7. Nunggu Dosen Sampai Kering dan Keriting. Males banget jika sudah seperti ini, kalau harus nunggu dosen yang tidak pasti datangnya, di telpon janjinya 1 atau 2 jam lagi ternyata setelah berjam-jam tidak kelihatan juga … ampun deh
  8. Riset Gagal. Di sini parahnya, kalau misalkan riset / analisa gagal di tengah jalan, apalagi kalau sudah di desak dosen untuk cepat selesai … apa tambah tidak dongkol kita … bayangkan berapa usaha yang kita lakukan, berapa duit yang kita keluarkan … jika ngebayangin itu … menyedihkan
  9. D.O.W.N. Jangan sampai ini terjadi dengan anda, merasa putus asa, dan tidak ada semangatnya lagi, hal ini bisa terjadi karena : riset gagal, jenuh, melihat temennya sudah selesai, minder dll … ketika kita merasa down, cari variasi baru atau refresh-kan pikiran sejenak untuk meninggalkan masalah skripsi … yang penting cari suasana baru. Tapi inget jangan terlalu kebawa enak, nanti skripsinya dilupakan
  10. Emosi Tidak Stabil. Mungkin karena pengaruh suasana, mahasiswa kadang-kadang jadi emosional … Kesabaran mendadak hilang, emosi menjadi tinggi, hilang nafsu makan yang membuat tensi darah turun (eh naik juga kadang), membuat tidak bisa berfikir jernih untuk mengerjakan tugas akhir … kadang juga marah-marah tidak jelas, kadang nangis, kadang mengurung diri di kamar … ya … membayangkan skripsi mereka yang tidak selesai … memang tidak semua, tapi pasti ada beberapa … Ohhhh … My God … miris rasanya dengan kondisi seperti ini, terdesak, stress, tekanan batin, depresi ringan,
  11. Ditelepon. Ini yang kadang bikin sedih dan gelisah, di saat orang tua dan kakak menanyakan “kapan kamu lulus ?? Kapan kami bisa menghadiri wisudamu ?? ” di satu sisi orang tua yang selalu memberikan kiriman uang, ibu yang selalu mendo’akan setiap terbangun dari malam nya …
  12. Pacaran Bisa Terganggu. Bagaimana tidak, jika hari sabtu saja bukan pacaran dengan kekasih pujaan hati yang unyu unyu unyu … tetapi malah pacaran dengan skripsi dan laptop. Pacar asli sekarang = Laptop, Pacar Ke-100 ya Pacar Anda. Deritanya lagi kalau punya pacar tidak pengertian, bisa-bisa hal itu jadi penghambat.
 

Tentang faqihpembebas

Jika SAHABAT bisa diartikan dalam ilmu NAHWU, maka jadilah seperti LAA NAFI yang tidak berpengaruh buruk pada temanmu sehingga menjadikannya berubah. Jadilah seperti NUN TAUKIT yang selalu menguatkan dan janganlah seperti MUDHOF ILAIH yang bergantung pada orang lain, tapi jadilah seperti QOD yang selalu bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita yang setinggi angkasa. Dan janganlah kamu egois seperti AMIL NAWASIKH yang suka memutus atau merusak persahabatan, maka jadilah seperti HURUF ATOF yang bisa menyambung tali persaudaraan dengan kejujuran dan kekompakan.
Pos ini dipublikasikan di artikel. Tandai permalink.

2 Balasan ke Derita Mahasiswa Akhir

  1. Reblogged this on aryawijaya736blog and commented:
    realita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s